Cintaku padamu sangat
biasa, DULU…
Apa kau tau, KINI kau sudah mengubahnya…
Menjadi tak biasa lagi
CINTAKU, KINI MEMBUTAKANKU !!!
Dan akhirnya cerita ini takan berakhir
Ketika mentari masih sinari bumi ini…
Coretan Hitam diatas Kertas
Terasa sepi hati ini, sendiri tanpa pelukmu kasih
Belaian lembut tanganmu, memutar detik habiskan waktu
Terbuaiku oleh senyummu, candamu, tawamu
Rinduku menetes bersama hujan, begitu banyak tetesan itu
Semua hanya untukmu adindaku
Ketakutanmu akan kerinduanku, membuat tak ingin merindumu
Namu mengapa cinta ini begitu dalam padamu
Canduku pada belaian tanganmu
Nafasmu hipnotis otakku
Hingga aku tak ingin lepas darimu, memandangmu disetiap waktu, memeluk hatimu
dengan hatikku
Aku mungkin biasa bagimu, namun kau sempurna dimataku
Aku takut cinta ini mengecewkanmu
Saat tertutup mataku oleh bayanganmu
Disaat suatu kesadaran meredup dalam alunan melodi mimpiku
Aku yang terbuai oleh kasih cintamu, oleh sentuhan kata kata manismu
Ku ingin kau menjadi tulang rusukku
Temani hatiku, memeluk jiwaku
Mengalir bersama nadiku, mencium titik kesadaran dalam nuraniku
Kuingin kau jadikan aku tulang punggungmu
Menjagamu dalam beban hidupmu, sandaran saat kau tak mampu berdiri
Dan saat kau tertatih, aku ingin selalu ada bersamamu
Ku yakin ini cinta yang terakhir dalam hidupku
Mencintaimu setulus dan sepenuh jiwa ragaku
Kan kuberikan segalanya untukmu, untuk bahagiamu
Sesaat ingin ku tanyakan padamu
Mantra apa yang kau berikan padaku
Hingga aku tak ingin hidup tanpamu, tanpa memandang senyummu, tanpa bersamamu
Bersamamu, ingin ku merakit mimpi
Lewati jalan terjal berduri
Lewati panas terik mentari di siang hari
Lewati badai angin yang berlari
Lewati semua sepi, mengajakku bernyanyi
Dalam keindahan jalinan kasih dalam satu janji suci
KEHILAFAN
Bila ceritaku
berakhir dalam pengaduanku padaMu
Entah mengapa ku butuh seseorang mendengar ceritaku
Bila permohonan yang ku kirim hanya padaMu
Entah mengapa ku ingin dia menemaniku menghadapMu
Salahkah aku yang mencoba merangkai masa depan
Padahal semuanya di garis kehendakMu
Salahkah aku yang jatuh dalam kehilafan
Dalam menyayangi hal terindah ciptaanMu
Dalam kehilafanku padaMu karnanya
Bukan nafsu yang ingin ku lukis menjadi tiang penyangga
Namun, aku hanya ingin berbeda
Dan tak ingin SAMA...
Cirebon, 12 September 2012
Entah mengapa ku butuh seseorang mendengar ceritaku
Bila permohonan yang ku kirim hanya padaMu
Entah mengapa ku ingin dia menemaniku menghadapMu
Salahkah aku yang mencoba merangkai masa depan
Padahal semuanya di garis kehendakMu
Salahkah aku yang jatuh dalam kehilafan
Dalam menyayangi hal terindah ciptaanMu
Dalam kehilafanku padaMu karnanya
Bukan nafsu yang ingin ku lukis menjadi tiang penyangga
Namun, aku hanya ingin berbeda
Dan tak ingin SAMA...
SETENGAH SEPENUH
Setengah
penuh bulan bersinar dihidupku
Setengah penuh lagi menghilang
Setengah penuh ku coba ukir lagi bulatan sinarnya
Setengah penuh ku jatuh dalam gelapnya
Biarlah pesonamu berlalu dengan setengah penuh
Khayalku menantimu dalam setengah penuh ku terlelap
Setengah penuh ku beri kau bahagia
Lalu kau biarkan ku bahagia dengan setengah penuhmu
Bukan setengah penuh kau beri ketulusan
Bukan setengah penuh kau beri keikhlasan
Setengah penuh hanya sebuah ketidaksempurnaan
Menyikapi alunan melodi kehidupan
Masihkah setengah penuh kita bernafas ???
Ataukah tinggal setengah penuh kita bernafas ???
Cirebon, 09 September 2012
Setengah penuh lagi menghilang
Setengah penuh ku coba ukir lagi bulatan sinarnya
Setengah penuh ku jatuh dalam gelapnya
Biarlah pesonamu berlalu dengan setengah penuh
Khayalku menantimu dalam setengah penuh ku terlelap
Setengah penuh ku beri kau bahagia
Lalu kau biarkan ku bahagia dengan setengah penuhmu
Bukan setengah penuh kau beri ketulusan
Bukan setengah penuh kau beri keikhlasan
Setengah penuh hanya sebuah ketidaksempurnaan
Menyikapi alunan melodi kehidupan
Masihkah setengah penuh kita bernafas ???
Ataukah tinggal setengah penuh kita bernafas ???
MENGALIR JAUH
Terlalu jauh air
mengalir di atas derasnya sungai
Impian pun terbawa hanyut dalam lamunan
Mencari batas-batas dinding persimpangan
Bergelombang di bawah tetesan gemercik hujan
Hanyutku dalam alirannya
Rinduku membawa goresan di dada
Cinta yang telah lama berlalu
Menyapa hentikan deras air berlalu
Terbentur aku di badan dinding
Meraih atap aku tak mampu
Namun hati, mencoba membawaku
Meninggalkan sungai, bernafas di pantai
Subang, 23 Agustus 2012
Impian pun terbawa hanyut dalam lamunan
Mencari batas-batas dinding persimpangan
Bergelombang di bawah tetesan gemercik hujan
Hanyutku dalam alirannya
Rinduku membawa goresan di dada
Cinta yang telah lama berlalu
Menyapa hentikan deras air berlalu
Terbentur aku di badan dinding
Meraih atap aku tak mampu
Namun hati, mencoba membawaku
Meninggalkan sungai, bernafas di pantai
Subang, 23 Agustus 2012
BILA
Bila senja ini masih sempat menarik dan hembuskan nafas
Bila malam masih menyiakan degup jantung berdetak
Bila angin masih tetap pada jendela-jendela yang retak
Bila mata masih menyangga langit sebagai tiang-tiang kehidupan
Dan bila hati masih berjalan menuntun kecenderungan
Aku disini tertatih lemah tanpa BILA
Terbunuh mimpi ang sepi tanpa BILA
Terkubur sendiri tanpa BILA
Hingga nanti, BILA datang padaku
Nafasku kan berhembus, jantungku kan berdegup
Namun dalam sadarku, selalu mengingatmu walau tanpa BILA
Subang, 17 Agustus 2012
Bila malam masih menyiakan degup jantung berdetak
Bila angin masih tetap pada jendela-jendela yang retak
Bila mata masih menyangga langit sebagai tiang-tiang kehidupan
Dan bila hati masih berjalan menuntun kecenderungan
Aku disini tertatih lemah tanpa BILA
Terbunuh mimpi ang sepi tanpa BILA
Terkubur sendiri tanpa BILA
Hingga nanti, BILA datang padaku
Nafasku kan berhembus, jantungku kan berdegup
Namun dalam sadarku, selalu mengingatmu walau tanpa BILA
Subang, 17 Agustus 2012
TANPA HARAPAN
Saat Ku berdzikir
mengingatmu
Tak ada lagu yang ingin Ku dengar
Tak ada syair yang ingin Ku baca
Dan tak ada harapan untuk memintamu membalas
Biarlah rasa ini menjadi rasaku
Menyayangimu di sisa usiaku
Dan kala waktu memintaku
Jiwaku masih tetap mengenalmu
Tak ada lagu yang ingin Ku dengar
Tak ada syair yang ingin Ku baca
Dan tak ada harapan untuk memintamu membalas
Biarlah rasa ini menjadi rasaku
Menyayangimu di sisa usiaku
Dan kala waktu memintaku
Jiwaku masih tetap mengenalmu
TAKUT MERINDU
Dan ternyata
Kata rinduku sangat menakutkan
Aku harap engkau takan rindu padaku
Merasakan seperti apa ku merindukanmu
Agar ku tak berharap
Dan biarkan menjadi keping-keping mimpi
Mengalun menjadi sebuah melodi
Kata rinduku sangat menakutkan
Aku harap engkau takan rindu padaku
Merasakan seperti apa ku merindukanmu
Agar ku tak berharap
Dan biarkan menjadi keping-keping mimpi
Mengalun menjadi sebuah melodi
DALAM KEGALAUAN
Ku harap hujan turun
dalam malam
Membasahi bibir bibir kegalauan
Walau titik berat hati ini masih dalam kehilafan
Namun jiwa berusaha menahan walau sakit menekan
Dalam asaku ku berdo’a, dalam laraku ku berharap
Akankah dunia menangis dikala senyum mentari menghilang
Dan membisikan malam yang mencekam
Dengan butir butir kebencian dan kekecewaan
Ku rasa awan enggan membawa hujan
Bumi takan lagi tertawa dengan penindasan
Langit tak berwarna dengan ketidak jelasan
Dan aku, masih duduk termenung pada ranting tak bertuan
Cirebon, 27 Juli 2012
Membasahi bibir bibir kegalauan
Walau titik berat hati ini masih dalam kehilafan
Namun jiwa berusaha menahan walau sakit menekan
Dalam asaku ku berdo’a, dalam laraku ku berharap
Akankah dunia menangis dikala senyum mentari menghilang
Dan membisikan malam yang mencekam
Dengan butir butir kebencian dan kekecewaan
Ku rasa awan enggan membawa hujan
Bumi takan lagi tertawa dengan penindasan
Langit tak berwarna dengan ketidak jelasan
Dan aku, masih duduk termenung pada ranting tak bertuan
Cirebon, 27 Juli 2012
CATATAN RINDU
Tuhan
Jika salah ku ingin berjumpa dengannya
Maafkan aku yang telah memaksa
Jika salah ku ingin melukis indah dengannya
Maafkan aku yang telah terbuai oleh indahnya
Tuhan
Jika rasa yang ku punya, bukan miliknya
Maafkan aku yang telah lama menginginkan dia
Melukis banyak cerita dengannya
Maafkanlah jika dia tak suka sedang aku menginginkannya
Tuhan
Aku tak tau seperti apa yang ia inginkan
Seperti apa yang ia butuhkan
Seperti apa yang ia harapkan
Jika mungkin bukan diriku
Maafkan aku yang meminta kesempatan pada-Mu
Untuk ia inginkan, untuk ia butuhkan, untuk ia harapkan
Tuhan, Aku Tau !!! Aku hanya seseorang yang menyayanginya, bukan yang penting buatnya
Bukan yang sempurna untuknya
Bukan yang berharga baginya
Jika salah ku ingin berjumpa dengannya
Maafkan aku yang telah memaksa
Jika salah ku ingin melukis indah dengannya
Maafkan aku yang telah terbuai oleh indahnya
Tuhan
Jika rasa yang ku punya, bukan miliknya
Maafkan aku yang telah lama menginginkan dia
Melukis banyak cerita dengannya
Maafkanlah jika dia tak suka sedang aku menginginkannya
Tuhan
Aku tak tau seperti apa yang ia inginkan
Seperti apa yang ia butuhkan
Seperti apa yang ia harapkan
Jika mungkin bukan diriku
Maafkan aku yang meminta kesempatan pada-Mu
Untuk ia inginkan, untuk ia butuhkan, untuk ia harapkan
Tuhan, Aku Tau !!! Aku hanya seseorang yang menyayanginya, bukan yang penting buatnya
Bukan yang sempurna untuknya
Bukan yang berharga baginya
Cirebon, 24 Juli 2012
SEPI
Bila malam
hanyut dalam gelapnya
Kau takan pernah tau seberapa dalam ia menghilang
Mencari titik titik cahaya tuk melangkah
Berirama lewati kecewa dan gelisah
Jalan tetaplah terjal untuk dilalui seorang diri
Harapku, semoga kau temukan seseorang tuk kembali
Temani sepi dalam keras hidup ini
Menuju titik tanpa koma
Berakhir dengan tanya
Subang, 20 Juli 2012
Kau takan pernah tau seberapa dalam ia menghilang
Mencari titik titik cahaya tuk melangkah
Berirama lewati kecewa dan gelisah
Jalan tetaplah terjal untuk dilalui seorang diri
Harapku, semoga kau temukan seseorang tuk kembali
Temani sepi dalam keras hidup ini
Menuju titik tanpa koma
Berakhir dengan tanya
Subang, 20 Juli 2012
PERMATAKU
Bundaku,
Bagai permata Ku ingin menjaga hatimu
Memeluk erat tak ingin ku lepas
Memandang indah kerlip cahayamu
Membuatku terbuai terbang bagai kapas
Dalam tangisku
Pelukanmu tenangkan hatiku
Mengalir deras kasihMu untuku
PangkuanMu memanjakanku
Dalam risau kekanakanKu
Kau bagai mentari
Bangunkan aku dari malam gelap yang menghantui
Dalam tebing do’amu kau ukir indah namaku
Memberi cahaya dalam kesendirian hati
Merangkai mimpi tentang mimpi
Saat hati yang kering tersirami dengan cahaya mentari
Terbunuhlah gelap dan mimpi burukpun menghilang pergi
Subang, 18 Juli 2012
Memeluk erat tak ingin ku lepas
Memandang indah kerlip cahayamu
Membuatku terbuai terbang bagai kapas
Dalam tangisku
Pelukanmu tenangkan hatiku
Mengalir deras kasihMu untuku
PangkuanMu memanjakanku
Dalam risau kekanakanKu
Kau bagai mentari
Bangunkan aku dari malam gelap yang menghantui
Dalam tebing do’amu kau ukir indah namaku
Memberi cahaya dalam kesendirian hati
Merangkai mimpi tentang mimpi
Saat hati yang kering tersirami dengan cahaya mentari
Terbunuhlah gelap dan mimpi burukpun menghilang pergi
MATAHARIMU
Jika bahagiamu tak
berujung bersamaku
Tetaplah menjadi pelangi dengan pancaran indah warnamu
Walau tak dapat lagi ku sentuh warnamu
Biarlah mata ini tetap memandang indah senyum pelangimu
Jika kejauhan akan memberi warna yang indah untukmu
Tak akan ku rusak indahnya hanya demi warnamu
Warnamu keinginan dan harapanmu
Tak ada yang melarang ingin kau lukis apa pelangimu
Mungkinkah pelangimu kan tetap bersinar walau tanpa hujan ???
Atau mungkin hujan akan turun jauh setelah pelangimu menghilang ???
Tanpa matahari, hujan takan turun karna panasnya
Pelangi takkan berwarna tanpa pantulan sinarnya
Mataharimu, Kepedulianmu...
Subang, 14 Juli 2012
Tetaplah menjadi pelangi dengan pancaran indah warnamu
Walau tak dapat lagi ku sentuh warnamu
Biarlah mata ini tetap memandang indah senyum pelangimu
Jika kejauhan akan memberi warna yang indah untukmu
Tak akan ku rusak indahnya hanya demi warnamu
Warnamu keinginan dan harapanmu
Tak ada yang melarang ingin kau lukis apa pelangimu
Mungkinkah pelangimu kan tetap bersinar walau tanpa hujan ???
Atau mungkin hujan akan turun jauh setelah pelangimu menghilang ???
Tanpa matahari, hujan takan turun karna panasnya
Pelangi takkan berwarna tanpa pantulan sinarnya
Mataharimu, Kepedulianmu...
Subang, 14 Juli 2012
LUKA DIRIKU
Sembari ku menatap
langit ku terbaring
Ku bakar kertas, asap pun melayang
Dalam imaji hati yang kering
Aku dan ingatanku, kini menghilang
Dimana aku ???
Tak ku temukan tawa dalam gelap ini
Tangis pun tak ingin temani
Dunia apa ini ???
Ku coba berhenti
Berfikir sejenak, kurubah luka ini
Berharap bidadari tak temukan dukanya
Mencari malaikat yang entah kemana
Subang, 15 Juli 2012
Ku bakar kertas, asap pun melayang
Dalam imaji hati yang kering
Aku dan ingatanku, kini menghilang
Dimana aku ???
Tak ku temukan tawa dalam gelap ini
Tangis pun tak ingin temani
Dunia apa ini ???
Ku coba berhenti
Berfikir sejenak, kurubah luka ini
Berharap bidadari tak temukan dukanya
Mencari malaikat yang entah kemana
Subang, 15 Juli 2012
UNTUK APA ?
Cerah pagi ini, menyapaku
Telah banyak cerita yang terurai semalam
Dari sekecil masalah kecil, dan sebesar masalah besar dari hal terkecil
Dunia tak selamanya nampak dari mata
Jiwa dan raganya belum tentu satu dalam arahnya
Mata memandang kanan, hati memandang kiri
Namun semua, masih dalam satu layar
Dunia ini, begitu sempit kurasakan
Dalam kegelisahan, dalam keluh kesah, dalam ketidak puasan
Proses pembulatanpun semakin nyata
Apa ruang ini mampu menahan getarannya
Subscribe to:
Posts (Atom)
Chamdan Maulana
About Me
- Chamdan Maulana
- Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
- "hidup adalah seni" "seni melatih diri dalam proses menjadi lebih baik." "Beruntunglah siapa keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin."