Namun
bukan kebanggaan yang kuterima
Hanya
ada kekecewaan yang terdalam dan penyesaalan di dada
Lantas
untuk apa ???
Air
yang ku teguk dengan kesegaran alaminya
Nasi
yang senantiasa memberikan tenaganya
Kasur
yang empuk yang mengukir indah mimpiku, membuat semakin nyata penderitaan atas
kesuksesan yang belum sanggup ku raih…
Lalu,
langkah apa lagi yang ingin ku kenalkan pada dunia
Mungkinkah
garam di laut harus teguk semuanya
Atau
mengejar angin yang berlalu tanpa peduli seberapa jauhnya ia berada
Mata
yang selalu memandang ke langit, akankah mampu mengapai salah satu bintang yang
indah diatas sana
Atau
hanya akan terbang dengan keindahan sendiri tanpa berharap menjadi bintang
Saat
malaikat bertanya langkah apa yang sudah kau ayuhkan ?
Aku
tertunduk malu pada diriku sendiri, ingin ku berlari namun kemana akan pergi ?
putus asa membuat semuanya tak berarti…
Tinggalah
aku seorang diri, tanpa harapan dan keinginan di hati
Menunggu,
dan hanya menunggu…
Ternyata
lebih membosankan
Ingin
mati saja kalau hanya terus menunggu…
Air
mata takan mampu menghapus lukaku, sebelum langkahku menjadi sebuah pijakan
kecil untuk dunia yang begitu besar…
0 comments:
Post a Comment